Adab Dalam Khotmil Qur’an

بسم الله الرحمن الرحيم
إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا،
وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ.
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًى

 

ALHAMDULILLAH. Innalhamdalillah binikmatillah. Laa haula walaa quw-wata illa billa hil aliyyil’adziim. Yaa dzal jalaali wal-ikrom. Mugi kemawon panjenengan wonten ing ndelem siang meniko tansah pinaringan sehat wal’afiyah, umur barokah, keluarga barokah, rizki barokah, sawayah-wayah dipundhut khusnul khootimah. Ilaa yaumil qiyamah fii syafa’ati Rasulillah SAW. Amien Yaa Mujibassailiin.
Para Jamaah Majelis Khotmil Qur’an Ponpes Al Bayhaqy yang kami hormati, tak banyak yang tahu, salah satu waktu yang sangat mustajab untuk berdoa adalah ketika khatam Al-Qur’an. Ini merupakan satu di antara pintu-pintu untuk mendapatkan kelapangan dalam hidup.
Dalam beberapa riwayat yang shahih, sebagaimana yang disebutkan dalam kitab Abwab al-Faraj, karya Sayyid Muhammad bin Alwi AI-Maliky, dijelaskan, saat khatam Al-Qur’an rahmat Allah turun. Imam An-Nawawi mengatakan, berdoa setelah khatam AI-Qur’an sangat di sunnahkan. Karena itu, sangat ditekankan pula agar yang lain, selain pembaca itu sendiri, ikut menghadiri Majelis Khatam AI-Qur’an, agar juga mendapatkan keberkahannya pula.
Jadi, keberkahan saat khatam Al¬Qur’an bukan hanya bagi si pemba¬canya, tetapi juga bagi semua yang menghadirinya. Karena itu, setiap orang yang dapat menghadirinya, sebaiknya jangan sampai kehilang¬an kesempatan yang berharga ini, dan memanfaatkannya untuk memo¬hon kepada Allah apa yang diingin-kannya.
Dalam mengkhatamkan AI-Qur’an, terdapat adab-adab yang mesti kita perhatikan agar kita mendapatkan manfaat dan keberkahan yang sebesar-besarnya. Di antara adab-adab yang mesti kita perhatikan di antaranya sebagai berikut :
Pertama, bila pembaca AI-Qur’an itu seorang diri (tidak berjamaah), amat disukai bila ia mengkhatamkannya di dalam shalat. Sedangkan bagi yang mengkhatamkannya di luar shalat, atau bagi jamaah yang mengkhatam-kannya bersama-sama, hendaknya ia khatamkan bersama-sama pada awal malam.
Kedua, berpuasa pada hari khatam AI-Qur’an, kecuali jika hari itu jatuh pada hari yang dilarang berpuasa. Di antara tokoh-tokoh yang selalu berpuasa ketika khatam AI-Qur’an adalah Thalhah bin Musharrif, Al-Musayyab bin Rabi`, dan Habib bin Tsabit.
Ketiga, amat disukai mengundang dan mengumpulkan anggota keluarga dan orang-orang yang terhormat untuk menghadiri khataman AI-Qur’an. Anas bin Malik selalu mengumpulkan anggota keluarganya ketika khatam Al¬Quran dan kemudian berdoa bersama. Mujahid dan Ubadah selalu mengundang ‘Uyainah At-Tabi’iy untuk menyaksikan khataman AI-Quran.
Keempat, hendaklah berdoa di kala khatam AI-Quran. Para sahabat mengatakan, “Rahmat Allah diturunkan ketika khatam AI-Quran. Diberitakan oleh Ad-Darimi dari Humaid AI-A’raj, is mengatakan, “Barang siapa membaca AI-Qur’an, kemudian ia berdoa, niscaya doanya itu diamini empat ribu malaikat.”
Kelima, amat disukai bila KHATAMAN AI-Qur’an itu dilakukan sekali pada awal malam dan sekali pada awal siang. Khatam di siang hari dilakukan pada awal siang dalam dua rakaat shalat sunnah fajar atau sesudahnya, sedang khatam pada malam hari dilakukan pada awal malam Jumat dalam dua rakaat sunnah Maghrib atau sesudahnya.
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Daud dan `Amr bin Murrah At-Tabi’iy, ia mengatakan, “Mereka (para sahabat) lebih suka mengkhatamkan AI-Quran pada awal malam atau pada awal siang” Thalhah bin Musharrif At-Tabi’iy mengatakan, “Barang siapa mengkhatamkan AI-Quran di sembarang waktu di siang hari, para malaikat bershalawat baginya hingga petang hari, dan barang siapa mengkhatamkan AI-Qur’an di sembarang malam, para malaikat bershalawat untuknya hingga pagi hari:’
Keenam, ketika khatam AI-Qur’an, hendaknya berdoa mengenai urusan- urusan penting yang sedang dihadapi. Hendaknya pula, sebagian dari isi doa itu mengenai akhirat, urusan umum, pemerintah, dan sebagainya, yaitu agar mereka mendapat taufik dari ALLAH SWT, taat kepada-Nya, terpelihara dari kesalahan, saling menolong atas kebajikan dan ketaqwaan, membela kebenaran, dan bersatu menentang musuh-musuh agama.
Ketujuh, sebaiknya, setelah khatam AI-Qur’an, segera mulai membacanya lagi dari awal mushaf atau di bagian mana saja. Doa Khatam Al-Qur’an banyak sekali disusun para ulama, baik yang terkenal karena sering dibaca di berbagai tempat, maupun yang kurang dikenal masyarakat luas. Di bawah ini kami kutipkan do’a KHATAM AL QUR’AN yang sering dibaca luas.

بِسْــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم.
Allahummarhamna bilqur’an, waj‘alhu lana imamawwa nurawwa hudawwa rahmah. Allahumma dzakkirna minhu ma nasina wa‘alimna minhu ma jahilna warzuqna tilawatahu ana’allaili wa athrafannahar, waj‘alhu lana hujjatan ya rabbal ‘alamin.
Allahumma ashlih li dinilladzi huwa ‘ishmatu amri wa ashlih li dunyayallati fiha ma `asy wa ashlih li akhiratillati fiha ma`adi waj`alil hayata ziyadatan lana fi kulli khair, waj’alil mautarahatan lana min kulli syarr.
Allahummaj`al khaira `umri akhirahu wa khaira `amali khawatimahu wa khaira ayyami yauma alqaka fih.
Allahumma inni as’aluka `isyatan haniyyah wa mitatan sawiyyah wa maraddan ghaira makhziyyin wa la fadhih.
Allahumma inni as’aluka khairalmas’alah wa khairaddu`a’ wa khairannajah wa khairal`amal wa khairatstsawab wa khairalhayah wa khairalmamat, wa tsabbitni wa tsaqqil mawazini wa haqqiq imani warfa `darajati wa taqabbal shalati waghfirkhathi’ati, wa as’alukal`ula minal jannah.
Allahumma inni as’aluka mujibati rahmatika wa `aza’ima maghfiratika wassalamata min kulli itsmin walghanimata min kulli birrin walfauza bil jannati wannajata minannar. Allahumma ahsin `aqibatana filumuri kulliha wa ajirna min khizyiddunya wa `adzabil akhirah.
Allahummaqsim lana min khasyyatika ma tahulu bihi bainana wa baina ma `shiyatika wa min tha`atika ma tuballighuna biha jannataka wa minalyaqini ma tuhawwinu bihi `alaina masha’ibad-dunya, wa matti`na bi’asma `ina wa absharina wa quwwatina ma ahyaitana waj`alhul waritsa minna, waj’al tsa’rana `ala man zhalamana wanshurna `ala man `adana wa la taj’al mushibatana fi dinina wa la taj`aliddunya akbara hammina wa la mablagha `ilmina wa la tusallith`alaina man la yarhamuna.
Allahumma la tada ` lana dzanban illa ghafartahu wa la hamman illa farrajtahu wa la dainan illa qadhaitahu wa la hajatan min hawa’ijiddunya wal akhirati illa qadhaitaha, ya arhamar-rahimin.
Rabbana atina fiddunya hasanatan wa fil’akhirati hasanatan wa qina `adzabannar. Wa shallallahu `alanabiyyina Muhammadin wa `ala alihi wa ashhabihilakhyari wa sallama tasliman katsira.
“Ya Allah, rahmatilah aku dengan AI-Qur’an; dan jadikanlah ia sebagai imam, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku akan segala yang terlupa darinya, ajarilah aku semua yang aku tidak tahu darinya, berilah kepadaku anugrah berupa kemampuan membacanya di waktu malam dan siang, dan jadikanlah ia sebagai hujah bagiku, wahai Tuhan sekalian alam.
Ya Allah, perbaikilah untukku agamaku, yang merupakan pemelihara urusanku, perbaikilah duniaku yang di dalamnya terdapat penghidupanku, perbaikilah untukku akhiratku yang merupakan tempat kembaliku, jadikanlah kehidupan sebagai tambahan bagiku dalam setiap kebaikan, dan jadikanlah kematian sebagai istirahat bagiku dari setiap kejahatan.
Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku adalah pada akhirnya, sebaik-baik perbuatanku pada penutupnya, dan sebaik-baik hariku adalah hari di mana aku menjumpai-Mu. Ya Allah, sesungguhnya aku bermohon kepada-Mu kehidupan yang menyenangkan, kematian yang benar, serta kepulangan yang tidak membawa aib dan nama buruk.
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu permohonan terbaik, doa terbaik, keberhasilan terbaik, perbuatan terbaik, ganjaran terbaik, kehidupan terbaik, dan kematian terbaik.
Tetapkanlah dan beratkanlah timbangan baikku, sahkanlah keimananku, naikkanlah derajatku, terimalah shalatku, ampunilah aku atas kesalahan-kesalahanku, dan aku memohon kepada-Mu surga yang tinggi.
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu hal-hal yang dapat menyebabkan rahmat-Mu, ampunan-ampunan-Mu, keselamatan dari segala dosa, keberuntungan dari segala kebaikan, keberhasilan dengan mendapatkan surga, dan keselamatan dari siksa neraka. Ya Allah, baguskanlah akhir semua urusanku dan selamatkanlah kami dari kehinaan dunia dan siksa akhirat.
Ya Allah, berilah untuk kami rasa takut kepada-Mu yang dengannya Engkau menghalangi kami dengan perbuatan maksiat terhadap-Mu, dan berilah ketaatan kepada-Mu yang membawa kami kepada surga¬Mu, dan keyakinan yang membuat Engkau menjadikan musibah dunia terasa remeh bagi kami. Dan berilah kepada kami kenikmatan dengan pendengaran-pendengaran kami, penglihatan-penglihatan kami, dan kekuatan kami, selama Engkau masih menghidupkan kami, dan jadikanlah ia sebagai waris dari kami, berilah balasan terhadap orang yang menzalimi kami, dan tolonglah kami atas orang yang memusuhi kami.
Janganlah Engkau menjadikan musibah kami terdapat dalam urusan agama kami, jangan pula Engkau menjadikan dunia sebagai cita-cita kami yang terbesar, dan jangan pula sebagai puncak ilmu kami, dan janganlah Engkau menguasakan kami pada orang yang tidak sayang kepada kami.
Ya Allah, janganlah Engkau biarkan kami memiliki dosa melainkan Engkau hapuskan, jangan biarkan kami memiliki kesulitan melainkan Engkau bukakan, dan jangan pula biarkan kami mempunyai utang melainkan Engkau lunaskan, wahai Yang Paling Pengasih di antara yang pengasih. Ya Allah, berilah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di negeri akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan kesejahteraan-Nya kepada Nabi kita Muhammad SAW, juga kepada keluarga dan para sahabatnya”.
Para Jamaah Majelis Khotmil Qur’an Ponpes Al Baihaqy yang berbahagia, Insyallah mulai Senin depan kita mulai program Khataman Al Qur’an melalui Whatsapp (WA). Teknis pelaksanaannya akan dikoordinasi oleh Kepala Divisi Pengembangan Bisnis Ponpes Al Baihaqy, Ibu Dilla. Nanti akan dibagi per kelompok, untuk satu kelompok terdiri 30 peserta. Masing-masing peserta bertugas membaca Al Qur’an satu juz sehari. Batas akhir setor bacaan pukul 23.00 bbwi setiap hari, dan diharapkan sehari KHATAM.
Insyallah setiap malam pukul 02.00 bbwi nama-nama peserta (10 peserta tiap malam) akan kami gilir untuk masuk program DO’A yang akan kami jalankan. Maka satu group selama tiga hari tidak bisa berpindah ke group lain. Setelah tiga hari, masing-masing peserta boleh membentuk atau mengikuti group yang dibentuk baru. Semoga ALLAH SWT merahmati kita semua. Amien Yaa Robbal’alamiin. (GUS BAHAR)
[17:06, 4/12/2017] Roni Im: Aamiin.. Matur suwun Guus,, ⁠⁠[17:24, 4/12/2017] +62 852-5732-5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *