Agar Aman dan Nyaman Berbisnis

PERKEMBANGAN masyarakat kita makin menuju pada era modern. Tentunya diiringi dengan penegakkan hukum dan keadilan. Negara mendorong kepada masyarakat agar lebih tertib di dalam hukum, dalam rangka menuju masyarakat yang adil dan makmur. Antara hukum dan ekonomi harus berjalan seiring dan seirama. Membangun perekonomian tanpa diiringi dengan pembangunan hukum yang bermartabat akan melahirkan keresahan sosial, yang berakibat pada perpecahan di dalam kehidupan masyarakat.

 

GARIS DEPAN – Mereka yang berada di garis depan dalam menerima tamu di kantor LPKBH Al Baihaqy. Oke Aning, Laily, dan Maeni.

 

Menyadari hal tersebut Yayasan Pendidikan Al Baihaqy bersama Majelis Dzikir Ar Rizqiyyah Indonesia mendirikan sebuah lembaga yang bernama Lembaga Pengkajian, Konsultan dan Bantuan Hukum atau disebut LPKBH. Dari sini ada dua fokus pekerjaan yang dilakukan oleh LPKBH, yakni sebagai Lembaga Pengkajian Hukum dan Lembaga Bantuan Hukum atau LBH. Khusus untuk LBH Al Baihaqy, berawal memberi pendampingan kepada para jamaah Majelis Dzikir Ar Rizqiyyah Indonesia, yang anggotanya tersebar di beberapa daerah. Mulai Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY Yogjakarta, DKI Jakarta dan Denpasar Bali.

LPKBH Al Baihaqy di samping memberikan perlindungan hukum terhadap para jamaah, juga memberikan wawasan serta pengetahuan tentang persoalan hukum yang dihadapi dalam kehidupan masyarakat. Apalagi anggota jamaah Majelis Dzikir Ar Rizqiyyah Indonesia sebagian besar adalah para pelaku ekonomi tingkat menengah atas, yang tentunya sangat bersentuhan dengan persoalan hukum, baik Hukum Keperdataan maupun Hukum Pidana. Dengan kehadiran LBH Al Baihaqy ini, para anggota makin merasa nyaman dan aman saat menjalankan bisnisnya.

Setelah 2 tahun berdiri tercatat 28 case (Perdata dan Pidana) secara bertahap sebagian besar sudah terselesaikan, dan 3 kajian kasus hukum terkait masalah tanah-tanah Negara (Verklaring). Misalnya, Tanah Verklaring di Dusun Tambak Watu, Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, terdapat tanah negara yang belum memiliki alas dasar seluas 972 Ha. Jadi LPKBH Al Baihaqy bergerak dari Ummat Untuk Ummat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *