Pasang Harga Tinggi

karena Yakin Dibutuhkan

Terang Bulan Rp 100 ribu/Loyang

 

Surabaya dikepung food truck. Gaya baru menjajakan makanan dengan “lapak” truck ini sontak menjamur di jalan-jalan strategis. Tidak saja di hari Minggu pagi, tetapi di hari-hari kerja pun mulai dipadati food truck.

 

Jadi, mau apa lagi, tinggal memilih makanan sesuai selera. Mau nasi pecel, bubur ayam, bubur kacang hijau, sampai beraneka menu nasi kemas, ada! Menjadi menarik karena harganya juga bersahabat.

Inilah inovasi kreatif di dalam mengais rezeki halal. Di sisi lain, jelas, ini merupakan alternatif untuk menyiasati sulitnya mencari lahan permanen karena harga yang mencekik.

Di tengah menjamurnya food  truck, tiba-tiba orang dikejutkan dengan munculnya food truck tergolong mewah di lapangan parkir KONI jalan Kertajaya Indah. Food truck mirip caravan ini tidak muncul di pagi hari seperti “saudaranya” yang lain. Tapi food truck ini baru muncul menjelang petang sampai tengah malam.

Apa yang dijajakan? Spesifik sekali. Martabak manis alias terang bulan. Maka “lapak” super mewah ini menggantung nama Martabak Mafia. Jangan-jangan food truck ini dikelola mafioso? “Hahahaha tidak boss, kami pasang nama itu hanya untuk sensasi, biar orang penasaran,” jelas Anthony, 25 tahun, pemilik food truck Martabak Mafia.

Food truck Martabak Mafia baru beraksi pada 17 Februari 2016 lalu. Langsung menyedot perhatian dan lumayan laris. Juga karena ingin memberi sensasi, menu martabak manis di sini bercitarasa internasional. Misalnya ada formula berjuluk Charwal Choco Heaven dan Red Velvet Cream Cheese Oico. “Ini formula andalan yang berhasil best seller,” ujar Anthony bangga.

Berapa harganya untuk mencoba formula keren itu? Silakan menarik napas dulu, karena per loyang menu martabak manis itu harganya di atas 100 ribu rupiah. Sementara harga agak miring bisa mendapatkan Crunchy Choco Banana dan Crunchy Choco Strawberry. Masih banyak menu lain, tapi dengan harga paling bawah Rp 70 ribu.

Kenapa Anthony begitu yakin “kelas baru” martabak manis dengan harga juga baru ini bisa diterima pasar? “Saya hanya melihat peluang, bahwa masyarakat Surabaya sekarang sedang gandrung terhadap menu dessert yang khas manis seperti martabak manis ini. Ya saya coba melayani kebutuhan itu,” jelas Anthony.

Lantas berapa dana yang harus disediakan Anthony untuk mewujudkan mimpi itu? Soal ini juga bisa mengejutkan banyak orang. Untuk menyulap Izuzu baru ini menjadi food truck mewah, Anthony bersama dua orang partnernya yang lain, harus merogoh kocek Rp 350 juta. “Tetapi untuk semuanya, kami tanam investasi Rp 450 juta. “Karena kami menyediakan bahan-bahan untuk produk martabak manis ini serba premium. Sesuai motto kami, ada harga, ada kualitas,” ujar Anthony yang mengaku memiliki 10 pekerja ini.

Benar, Anthony memang sedang bertaruh menangguk untung dari food truck Martabak Mafia ciptaannya. (yok)

 

Anthony, pemilik Martabak Mafia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *